وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
sesungguhnya semua orang itu benar2 dalam kerugian
....semuanya...
kecuali yang beramal soleh dan saling mengingatkan dalam kebenaran dan sabar
- kita udah gede, gak kayak anak tk lagi, jadi, ayo renungi!! gak cukup dihafal or dibaca (jangan2 blm hafal?)-
"tidak ada penyesalan yang aku rasakan lebih dari penyesalan (ketika) matahari tenggelam, dan itu berarti ajalku semakin dekat, sedangkan aku tidak menambah amalku"
"Tidaklah fajar itu terbit, kecuali fajar itu seakan berbicara "Wahai anak adam, saya adalah makhluk yang baru, ambillah keuntungan dengan kedatanganku, karena sesungguhnya aku tidak akan pernah kembali hingga hari kiamat" - Al-Hasan Al-Basri
“Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu tidak lain hanya (akan hidup) beberapa hari, setiap kali waktu berlalu, berarti hilang sebagian dirimu.”Al-Hasan Al-Basri
“Aku pernah bertemu dengan orang-orang di mana masing-masing mereka lebih pelit (lebih ketat) dalam menjaga umurnya daripada hartanya.”Al-Hasan Al-Basri
, “Waktu adalah yang paling berharga dari apa yang engkau jaga, dan aku melihat waktu itu juga yang paling mudah tersia-siakan olehmu.”
Yahya bin Muhammad bin Hubairah (beliau adalah guru dari Ibnul Jauzi)
Tahun adalah batang pohon, bulan-bulan adalah dahannya. Hari-hari adalah ranting rantingnya. Jam-jam adalah daun-daunnya. Dan nafas nafas adalah buah buahnya. Barangsiapa nafas-nafasnya untuk ketaatan, maka buah pohonnya adalah baik. Dan barangsiapa nafas-nafasnya untuk kemaksiatan, maka buahnya adalah hanzhal (buah terpahit). Musim panennya adalah hari pembalasan. Pada saat panen itulah akan jelas mana buah yang manis dan mana buah yang pahit. Kira kira bagaimana buah dari umur kita manis atau pahit?” -Ibnul Qayyim
setiap waktu, ada pertanggungjawabannya...
anak panah yang terlepas dari busur, tak akan kembali lagi
umpama berdiri di sungai, air yang melintasi kaki ini sekarang, sudah berbeda dengan sekejap tadi... sekejap nanti....
Cukuplah dua hadits dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penutup tulisan kali ini. Beliau bersabda yang artinya, “Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. At-Tirmidzi, hadits shahih)
“Dua kenikmatan yang kebanyakan orang lalai di dalamnya; kesehatan, dan waktu senggang” (HR. At Tirmidzi no. 2304, dari shahabat Abdullah bin Abbas)
bonus satu lagi
“Tidaklah bergeser telapak kaki bani Adam pada hari kiamat dari sisi Rabb-nya hingga ditanya tentang lima perkara; umurnya untuk apa ia gunakan, masa mudanya untuk apa ia habiskan, hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan, dan apa yang ia perbuat dengan ilmu-ilmu yang telah ia ketahui. (HR. At Tirmidzi no. 2416 dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani di dalam Ash Shahihah no. 947)
dikumpulkan oleh Abdullah :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar