Senin, 18 Juni 2012

ReadMe!

Segala puji hanya bagi Allah subhaanahu wa ta'alaa. Semoga shalawar dan salam selalu tercurahkan kepada rasulullah sallallaahu alayhi wa sallaam, keluarga, dan seluruh sahabatnya,

Ada seorang laki-laki datang kepada Ibrahim bin Adham rahimahullaah. Lalu ia berkata: "Sesungguhnya aku adalah seorang yang banyak melakukan perbutan dosa, maka nasehatilah aku"

Ibrahim berkata,"Jika kamu mau menerima perkara dariku dan mampu melaksanakannya, maka perbuatan maksiyat apapun tak akan mencelakakanmu"

Maka orang itu berkata, "Apakah itu?"

Ibrahim berkata,"Jika kamu ingin bermaksiyat kepada Allah, maka janganlah makan dari rizki-Nya!"

Orang itu menjawab,"Kalau begitu, dari mana aku makan? Karena semua yang ada di bumi ini adalah pemberianNya?"

Ibrahim berkata,"Apakah pantas kamu bermaksiyat kepada Allah, sedangkan kamu memakan RizkiNya?"

Orang itu berkata," Tidak, kemudian apa yang kedua?"

Ibrahim berkata," Jika kamu ingin bermaksiyat kepada Allah, maka janganlah kamu tinggal di bumiNya!"

Orang itu berkata;" Ini lebih besar dari yang pertama, dimana aku harus tinggal?"

Ibrahim berkata,"Apakah pantas kamu bermaksiyat kepada Allah, sedangkan kamu memakan rizkiNya dan tinggal di bumi?"

Orang itu berkata;" Tidak, kemudian apa yang ketiga?"

Ibrahim berkata;"Jika kamu ingin bermaksiyat kepada Allah, maka carilah tempat dimana Allah tidak melihatmu!"

Orang itu berkata;" Kemana aku harus pergi sedangkan Allah mengetahui semua yang nampak dan tersembunyi?"

Ibrahim berkata;" Apakah pantas kamu bermaksiyat kepada Alllah sedangkan kamu memakan rizkiNya dan tinggal di bumiNya, serta Ia melihat apa yang kamu lakukan?"

Orang itu berkata;"Tidak, kemudian apa yang keempat?"

Ibrahim berkata;" Jika malaikat maut datang untuk mengambil ruhmu, maka mohonlah kepadanya: "Berilah aku waktu agar aku dapat bertaubat dan beramal shaleh!"

Orang itu berkata;"Tidak akan dikabulkan permohonanku, dan mereka tak akan menunda  (kematian) ku."

Ibrahim berkata;"Jika kamu tidak dapat menghindar dari datangnya kematian agar dapat bertaubat dan beramal sholeh, maka kenapa kamu berbuat maksiyat kepadaNya?"

Orang itu berkata;"Lalu apa yang kelima?"

Ibrahim berkata;"Jika hari kiamat nanti, datang malaikat penjaga neraka datang untuk mengirimmu ke neraka, maka janganlah kamu menurutinya!"

Orang itu berkata;"Mereka tidak akan melepaskanku dan menerima keinginanku!"

Ibrahim berkata; "Jika demikian, bagaimana kamu berharap dapat selamat?"

Orang itu berkata; "Cukuplah hal ini bagiku. Sungguh Aku memohon kepada Allah, dan bertaubat padaNya"
--------------------

Sungguh kesalahan yang terjadi di kalangan banyak orang adalah meremehkan sebagian perbuatan maksiyat. Mereka bermaksiyat kepada Allah siang dan malam. Dan sebagian lagi ada yang memandang enteng dan sepele terhadap perbuatan maksiyat. Bahkan tidak peduli dengannya!

Ibnu Mas'ud berkata; "Sesungguhnya orang mukmin melihat dosa-dosanya bagaikan jika ia duduk di bawah sebuah gunung, sedang ia takut kalau gunung itu jatuh menimpa dirinya. Namun orang yang durhaka melihat dosa-dosanya bagaikan seekor lalat yang melintas di depan hidungnya, lalu ia mengibaskan tangannya untuk menyingkirkannya."
------------------

Maka bertaubatlah kepada Allah! murnikanlah taubatmu! Sesorang tidak dikatakan bertaubat bila dalam meninggalkan perbuatan didasari atas sum'ah, atau karena ingin menjaga kedudukannya dalam pekerjaan. Tidaklah dikatakan bertaubat seorang pencuri yang tidak mencuri karena tidak berani atau takut dengan penjaga!


Sebagaimana orang yang bertaubat harus merasakan keburukan dosa yang ia lakukan. Ini berarti bahwa taubat yang sebenarnya akan dibarengi penyesalan dan rasa tidak senang bila teringat akan dosa yang pernah ia lakukan, bahkan ia sama sekali tidak mempunyai keinginan untuk mengulangi perbutan tersebut di masa yang akan datang. --------------------

Maka ada diantara manusia yang meninggalkan taubat dari beberapa macam perbuatan maksiyat, karena takut akan perkataan manusia, atau takut kehilangan kedudukan yang ia miliki, atau pekerjaan yang ia geluti ditengah masyarakat. Dia lupa kalau suatu saat nanti akan pergi ke tempat dimana ia akan dikubur seorang diri, dan akan dibangkitkan kembali untuk dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas semua yang ia perbuat selama hidup di dunia. Dan tidak berguna sedikitpun bagi dirinya  orang-orang yang menghalanginya dari taubat dan menggodanya untuk berbuat maksiyat. Setiap manusia harus ingat bahwa barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, dia akan mendapati ganti yang jauh lebih baik dari Allah!

تفنى اللذاة ممن نال صفوتها

من الحرام ويبقى الوزر والعار

تبقى عواقب سوء في مغبتها

لا خير في لذة من بعدها النار

Kelezatan yang didapati seseorang dari yang haram,
toh akan hilang juga,
yang tinggal hanyalah aib dan kehinaan
Yang tersisa adalah akibat-akibat buruk setelah itu,
sungguh tak ada kebaikan dalam kelezatan,
yang berakhir dengan api neraka*